2016 - Jambe9

Saturday, 9 April 2016

Bos Lazada Beri Penjelasan Kartu Kredit Pelanggan Jebol

CEO Lazada
CEO Lazada
Kasus jebolnya kartu kredit pelanggan Lazada Indonesia membuat petinggi situs e-commerce itu angkat bicara buat menyampaikan penjelasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda bernama Tri Kurniawan Darmoko mengaku harus merugi jutaan rupiah dampak transaksi yg dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab.

Padahal menurutnya, ia sudah lama   tidak berbelanja online di situs Lazada itu. Terakhir setahun yg kemudian, katanya. Namun anehnya, akunnya kemudian dipakai buat bertransaksi dan  telah berubah alamat email.

Sejak info itu diturunkan, ternyata banyak respons asal pembaca detikINET lainnya yang mengaku mengalami insiden serupa, serta itu bukan hanya terjadi satu 2 kali saja.



Untuk itu, ialah penjelasan yg disampaikan sang Florian Holm, co-CEO Lazada Indonesia, Sabtu (9/4/2016), terkait problem ini:

di hari Sabtu pagi (9 April 2016), seorang melakukan pemesanan di Lazada dengan memperoleh isu login milik konsumen Lazada. Lazada segera melakukan pembatalan order dan  proses pengembalian dana ke kartu kredit konsumen telah pada proses. Pada insiden ini tidak ada gosip keamanan pada sistem Lazada, tetapi hal ini terjadi karena pengambilalihan akun milik konsumen di insiden ini.

Buat memperkuat keamanan, Lazada pula telah menggunakan fitur pembuktian 3DS buat semua pemesanan yg memakai kartu kredit. Fitur ini memungkinkan verifikasi 2 termin untuk semua order. Apabila akun seseorang sudah diambil alih, maka pelaku permanen tidak mampu melanjutkan pemesanan.

Lazada jua ingin menggunakan momen ini buat menganjurkan kepada konsumen buat memastikan keamanan dari gosip akun personalnya. Memastikan penggunaan istilah sandi yg tidak praktis ditebak oleh pihak lain dan  memakai kata sandi yg berbeda buat akun online yg berbeda. 

Pengguna juga diharapkan buat selalu log out asal akun emailnya, termasuk di ketika menggunakan personal komputer  awam. Tindakan lanjutan buat memastikan keamanan merupakan untuk melakukan instalasi acara anti-virus dan  lebih waspada terhadap tindakan pengelabuan buat mendapatkan informasi krusial (phishing).